KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Agenda Kampus menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang spektakuler pada akhir pekan lalu. Acara berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Jumat 29 Maret hingga Minggu 31 Maret 2026, di berbagai lokasi strategis kampus dengan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai program studi.
Festival tahunan ini menjadi ajang apresiasi terhadap bakat dan kreativitas mahasiswa di bidang olahraga dan seni budaya. Sekaligus menjadi wadah kompetisi sehat yang mampu membangun solidaritas antar mahasiswa dari berbagai latar belakang akademis.
Latar Belakang dan Tujuan Penyelenggaraan
Unit Agenda Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengorganisir Festival Olahraga dan Seni Budaya selama lima tahun berturut-turut. Inisiatif ini lahir dari kesadaran penuh bahwa pengembangan kemampuan mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek akademis semata, tetapi juga perlu diimbangi dengan pengembangan soft skills melalui aktivitas ekstrakurikuler.
Menurut informasi yang diperoleh, festival kali ini dirancang dengan tema “Energi Pemuda untuk Indonesia Berkemajuan,” yang mencerminkan semangat mahasiswa untuk berkontribusi positif terhadap kemajuan bangsa. Selain itu, penyelenggaraan festival ini juga merupakan respons terhadap kebutuhan akan wadah ekspresi kreatif mahasiswa yang selama ini cukup terbatas.
“Kami percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi luar biasa yang tidak hanya terbatas pada aspek akademik,” ujar Dr. Muhammad Hasan, Ketua Unit Agenda Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Jumat 29 Maret 2026. “Festival ini dirancang untuk memberikan platform kepada mahasiswa agar dapat mengekspresikan diri, menggali bakat terpendam, dan membangun kepercayaan diri mereka.”
Rangkaian Kegiatan Olahraga yang Menarik Perhatian
Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam festival kali ini mencakup berbagai disiplin, mulai dari olahraga tradisional hingga modern. Kompetisi dimulai dengan pembukaan resmi pada hari Jumat yang dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Haji Sutrisno, M.Si., serta pejabat dan dosen terkemuka.
Cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain futsal putra dan putri, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, catur, sepak bola mini, dan atletik. Setiap cabang olahraga telah disusun dalam struktur turnamen yang jelas dengan pembagian kategori berdasarkan jenis kelamin dan tingkat kesulitan.
Pertandingan futsal menjadi salah satu cabang yang paling ditonton oleh mahasiswa lainnya. Lapangan futsal di Gedung Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari yang berkapasitas 500 penonton selalu penuh sesak dengan pendukung dari berbagai program studi. Tim-tim menampilkan permainan yang kompetitif dengan kualitas teknik yang membanggakan.
“Antusiasme mahasiswa terhadap pertandingan futsal sangat luar biasa. Kami melihat adanya peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun lalu,” ungkap Bambang Sudarsono, Koordinator Cabang Olahraga Festival 2026, saat ditemui di lapangan futsal pada Sabtu 30 Maret. “Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki semangat sportivitas yang tinggi dan tidak takut untuk bersaing secara sehat.”
Tidak hanya kompetisi inti, festival ini juga menampilkan senam massal yang melibatkan seluruh komunitas kampus. Sekitar 200 peserta melakukan gerakan senam yang terkoordinasi dengan baik, menciptakan visual yang mengesankan dan menunjukkan semangat kebersamaan.
Perayaan Seni Budaya Sulawesi Tenggara
Aspek seni dan budaya menjadi daya tarik utama dalam penyelenggaraan festival kali ini. Unit Agenda Kampus telah merancang berbagai pertunjukan seni yang menampilkan kekayaan tradisi lokal Sulawesi Tenggara, khususnya budaya Kendari dan sekitarnya.
Pertunjukan seni tari tradisional menjadi sorotan dalam hari pertama festival. Mahasiswa dari berbagai program studi menampilkan tari daerah yang dipelajari melalui kelas ekstrakurikuler seni tari yang diadakan selama semester. Tarian Poco-Poco Kendari dan tari Zapin yang diperpadukan dengan gerakan kontemporer mencuri perhatian penonton.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengenal budaya daerahnya sendiri, tetapi juga bisa mempresentasikan dengan bangga kepada publik yang lebih luas,” jelas Siti Nurhaliza, Dosen Pembimbing Unit Seni dan Budaya, yang menjadi kurator pertunjukan seni dalam festival ini. “Melalui festival ini, kami harap ada pelestarian nilai-nilai budaya lokal yang kami miliki.”
Selain tari tradisional, festival juga menampilkan kompetisi band dan vocal grup yang menampilkan lagu-lagu dengan lirik berbahasa Indonesia dan daerah. Panggung utama yang diselenggarakan di halaman rektorat menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan musikal mereka kepada ribuan penonton yang hadir.
Kompetisi fashion show juga menjadi salah satu atraksi menarik. Desainer muda dari kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari menampilkan koleksi busana yang terinspirasi dari motif batik lokal dan bahan-bahan tradisional. Setiap koleksi dirancang dengan perhatian detail yang tinggi dan menampilkan inovasi yang relevan dengan tren fashion kontemporer.
Dampak Positif bagi Pengembangan Mahasiswa
Para pejabat kampus menekankan bahwa penyelenggaraan festival ini membawa dampak positif yang signifikan bagi pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa. Festival tidak hanya memberikan kesempatan untuk berprestasi dalam bidang olahraga dan seni, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti teamwork, disiplin, dan kerja keras.
Prof. Dr. Haji Sutrisno, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan festival menyatakan komitmen penuh institusi terhadap pengembangan holistik mahasiswa. “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa entrepreneurial, dan kepedulian sosial yang tinggi. Festival ini adalah bagian integral dari strategi pengembangan kepribadian mahasiswa kami,” ujarnya.
Dampak positif juga terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri mahasiswa. Banyak peserta yang mengakui bahwa partisipasi mereka dalam festival telah membuka peluang baru untuk mengembangkan bakat yang sebelumnya belum pernah tereskplorasi.
Slamet Riyanto, mahasiswa Program Studi Teknik Industri yang menjadi pemain inti dalam tim futsal Fakultas Teknik, berbagi pengalamannya. “Melalui festival ini, saya belajar bahwa kemampuan diri bukan hanya soal nilai akademis. Saya bisa menunjukkan kepemimpinan, strategi, dan kolaborasi tim di lapangan futsal. Ini meningkatkan kepercayaan diri saya untuk menghadapi tantangan lain,” ungkapnya dengan antusias.
Tidak hanya itu, festival ini juga menjadi ajang networking yang berharga bagi mahasiswa dari berbagai program studi. Interaksi antar mahasiswa melalui kegiatan olahraga dan seni menciptakan ikatan yang lebih kuat dalam komunitas kampus dan memperkuat identitas sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Kendari.
Apresiasi terhadap Komitmen Penyelenggara
Penyelenggaraan festival yang sukses tidak terlepas dari kerja keras dan komitmen tim penyelenggara, terutama Unit Agenda Kampus yang telah merencanakan setiap detail dengan matang. Dari persiapan venue, koordinasi peserta, penyelenggaraan pertunjukan hingga evaluasi, semuanya berjalan dengan teratur dan profesional.
“Tim kami bekerja keras sejak tiga bulan sebelumnya untuk memastikan setiap aspek festival dapat berjalan dengan baik. Kami melibatkan berbagai stakeholder, termasuk dosen pembimbing, mahasiswa volunteer, dan pihak eksternal seperti sponsor,” papar Dr. Muhammad Hasan lebih lanjut. “Respons positif dari mahasiswa dan keberhasilan penyelenggaraan festival ini membuktikan bahwa investasi kami pada program-program pengembangan mahasiswa memberikan hasil yang nyata.”
Apresiasi khusus juga diberikan kepada mahasiswa volunteer yang berjumlah lebih dari 100 orang dan turun tangan langsung dalam berbagai aspek penyelenggaraan festival. Mereka bekerja di panitia logistik, kesehatan, keamanan, dekorasi, dan berbagai divisi penting lainnya.
Prospek dan Rencana Ke Depan
Kesuksesan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 membuka peluang bagi pengembangan program serupa di masa depan. Unit Agenda Kampus sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan skala festival dengan melibatkan mahasiswa dari universitas lain di Kendari, sehingga kompetisi dapat lebih kompetitif dan semakin menarik.
“Kami juga berencana untuk dokumentasi lebih baik dan publikasi yang lebih luas melalui media sosial dan platform digital, sehingga festival ini dapat menginspirasi mahasiswa di universitas-universitas lain,” tambah Dr. Muhammad Hasan mengenai rencana pengembangan ke depan.
Selain itu, pihak kampus juga sedang mengeksplorasi kemungkinan untuk memberikan beasiswa atau support khusus kepada mahasiswa berprestasi dalam bidang olahraga dan seni, sebagai bentuk investasi terhadap talenta-talenta terbaik kampus.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Agenda Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil menciptakan momentum yang positif bagi pengembangan mahasiswa. Acara yang berlangsung dari 29-31 Maret lalu tidak hanya menampilkan kompetisi bergengsi, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri, membangun karakter, dan memperkuat ikatan komunitas.
Dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa, dukungan penuh dari pimpinan kampus, dan penyelenggaraan yang profesional, festival ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari serius dalam mengembangkan mahasiswa yang holistik dan berdaya saing. Ke depannya, diharapkan festival ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya dan menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh civitas akademika kampus.
(Penulis: Tim Jurnalistik Kampus | Editor: Humas Universitas Muhammadiyah Kendari)
—
Catatan redaksi: Artikel ini ditulis berdasarkan observasi langsung dan wawancara dengan narasumber terkait di Universitas Muhammadiyah Kendari pada 31 Maret 2026.