Dosen dan Mahasiswa Unismuh Kendari Kembangkan Teknologi Bioenergi dari Limbah Kelapa Sawit, Solusi Inovatif untuk Energi Terbarukan di Sulawesi Tenggara

KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mendorong inovasi penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri. Unit Agenda Kampus Unismuh Kendari melaporkan, pada 03 April 2026, sebuah terobosan penelitian dalam bidang bioenergiterbarukan telah berhasil dikembangkan oleh tim kolaboratif dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian.

Penelitian yang diberi judul “Pengembangan Teknologi Konversi Limbah Biomassa Kelapa Sawit Menjadi Biogas dan Biochar Berkualitas Tinggi” ini merupakan hasil dari dedikasi selama 18 bulan kerja intensif. Tim peneliti berhasil menciptakan sistem inovatif yang tidak hanya mampu mengatasi permasalahan limbah industri kelapa sawit, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang dapat dimanfaatkan secara komersial.

Latar Belakang dan Urgensi Penelitian

Sulawesi Tenggara, khususnya wilayah Kendari dan sekitarnya, merupakan salah satu pusat industri kelapa sawit terbesar di kawasan timur Indonesia. Setiap tahunnya, industri ini menghasilkan jutaan ton limbah organik berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS), tempurung kelapa sawit, dan serat kelapa sawit yang belum terkelola dengan optimal. Limbah tersebut tidak hanya menimbulkan masalah lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi yang belum dimaksimalkan.

“Kami melihat suatu peluang besar untuk mengubah limbah menjadi aset,” ungkap Dr. Ir. Bambang Sukamto, Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pernyataan resmi kepada media kampus pada Rabu, 02 April 2026. “Limbah industri kelapa sawit di Sulawesi Tenggara mencapai angka 2,3 juta ton per tahun. Jika sebelumnya dianggap sebagai masalah, kini kami membuktikan bahwa limbah tersebut dapat menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai ekonomis tinggi.”

Penelitian ini dimulai dari suatu observasi sederhana yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir bernama Riyad Pratama, 22 tahun, asal Kendari, pada pertengahan tahun 2024. Riyad, yang menjalani praktik industri di salah satu pabrik kelapa sawit terbesar di Sulawesi Tenggara, menyadari bahwa sejumlah besar limbah ditumpuk tanpa pemanfaatan optimal.

“Saat itu saya melihat tumpukan limbah TKKS yang begitu besar, dan terpikir dalam benak saya mengapa limbah ini tidak bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna,” tutur Riyad Pratama ketika diwawancarai di kampus Unismuh Kendari, Selasa (01 April 2026). “Saya kemudian mengajukan ide ini kepada dosen pembimbing saya, dan ternyata ide tersebut mendapat sambutan positif. Dari situlah penelitian ini dimulai.”

Metodologi dan Proses Pengembangan Teknologi

Tim peneliti terdiri dari tiga dosen pembimbing utama dan 12 mahasiswa dari berbagai tingkat akademik. Ketiga dosen tersebut adalah Dr. Ir. Bambang Sukamto (Dekan Fakultas Teknik), Dr. Agr. Siti Nurhaliza (Ketua Program Studi Agroteknologi), dan Ir. Muhammad Ridho, M.Sc. (Dosen Teknik Lingkungan).

Proses penelitian dimulai dengan studi literatur mendalam tentang teknologi konversi biomassa yang telah dikembangkan di negara-negara maju seperti Malaysia, Thailand, dan Brasil. Setelah itu, tim melakukan serangkaian eksperimen laboratorium untuk mengadaptasi teknologi tersebut dengan kondisi spesifik limbah kelapa sawit lokal Sulawesi Tenggara.

“Teknologi yang kami kembangkan menggunakan prinsip pirolisis dan anaerobic digestion,” jelas Ir. Muhammad Ridho dalam penjelasan teknis yang diberikan saat konferensi pers Unit Agenda Kampus, 03 April 2026. “Pirolisis adalah proses pemanasan limbah dalam kondisi tanpa udara pada suhu tinggi untuk menghasilkan biochar. Sementara itu, anaerobic digestion adalah proses fermentasi biologis yang menghasilkan biogas. Kedua proses ini dapat dilakukan secara terintegrasi untuk memaksimalkan pemanfaatan limbah.”

Teknologi yang dikembangkan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan metode konvensional yang selama ini diterapkan di industri kelapa sawit lokal. Pertama, sistem ini dapat mengurangi limbah hingga 85 persen. Kedua, menghasilkan biogas dengan kandungan metana mencapai 65 persen, yang memenuhi standar internasional untuk energi terbarukan. Ketiga, biochar yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar, media tanam, atau aditif tanah pertanian.

Inovasi dan Fitur Unggulan

Salah satu aspek inovatif dari penelitian ini adalah pengembangan sistem otomasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk monitoring proses konversi biomassa secara real-time. Sistem ini memungkinkan operator untuk memantau parameter-parameter penting seperti temperatur, tekanan, dan komposisi gas dari jarak jauh melalui aplikasi mobile.

“Kami juga mengintegrasikan artificial intelligence untuk prediksi dan optimalisasi produksi,” tambah Riyad Pratama, yang turut terlibat dalam pengembangan sistem monitoring ini. “Dengan teknologi ini, efisiensi produksi dapat ditingkatkan hingga 30 persen dibandingkan dengan sistem manual tradisional.”

Prototipe pertama teknologi ini telah diuji secara skala pilot di fasilitas laboratorium Fakultas Teknik Unismuh Kendari selama enam bulan terakhir. Hasil uji coba menunjukkan performa yang memuaskan dan sesuai dengan target awal yang ditetapkan.

Dr. Agr. Siti Nurhaliza menambahkan bahwa biochar yang dihasilkan juga telah diuji untuk aplikasi pertanian. “Kami melakukan uji coba penggunaan biochar sebagai amandemen tanah di lahan pertanian milik kelompok tani mitra kami di Kabupaten Konawe. Hasilnya sangat positif — tingkat kesuburan tanah meningkat secara signifikan, dan produktivitas tanaman juga naik rata-rata 25 persen,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif pada 02 April 2026.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Jika teknologi ini dapat diimplementasikan secara komersial, dampak ekonomi yang diharapkan sangat besar. Perhitungan awal menunjukkan bahwa satu unit pabrik pengolah limbah dengan kapasitas 10 ton limbah per hari dapat menghasilkan pendapatan bersih sekitar Rp 1,2 miliar per tahun. Angka ini dihitung dari penjualan biogas senilai Rp 650 juta dan biochar senilai Rp 550 juta per tahun.

“Potensi ini bisa menarik perhatian investor baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Dr. Bambang Sukamto. “Kami sudah mulai mengadakan diskusi dengan beberapa perusahaan kelapa sawit besar dan investor lokal untuk memulai fase komersial penelitian ini.”

Dari aspek lingkungan, implementasi teknologi ini diproyeksikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor industri kelapa sawit Sulawesi Tenggara hingga 40 persen. Selain itu, pengolahan limbah yang lebih efektif juga akan mengurangi tekanan terhadap lahan dan sumber air tanah di sekitar area industri.

Penelitian ini juga telah menarik perhatian pemerintah daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Syaiful Bahri, menyatakan dukungannya terhadap upaya inovasi ini. “Pemerintah Provinsi sangat apresiasi dengan langkah Universitas Muhammadiyah Kendari yang telah mengembangkan solusi inovatif untuk permasalahan limbah industri kelapa sawit. Kami siap memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan dan fasilitasi untuk implementasi teknologi ini,” katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima media kampus pada 01 April 2026.

Rencana Pengembangan dan Skalabilitas

Tim peneliti saat ini sedang mempersiapkan fase berikutnya, yaitu uji coba skala semi-komersial. Untuk mendukung fase ini, mereka telah mengajukan proposal pendanaan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Program Hibah Penelitian Terapan. Proposal ini telah dinyatakan lolos pada tahap seleksi administratif.

“Kami menargetkan, dalam dua tahun ke depan, teknologi ini sudah dapat diterapkan di setidaknya tiga lokasi industri kelapa sawit di Sulawesi Tenggara,” jelas Dr. Agr. Siti Nurhaliza. “Setelah itu, kami ingin mengembangkan skalabilitas untuk berbagai jenis biomassa lain, seperti limbah pertanian dan limbah perkebunan lainnya.”

Selain itu, tim peneliti juga berencana untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal-jurnal ilmiah internasional terkemuka. Beberapa naskah telah dalam tahap finalisasi dan siap untuk disubmisikan dalam tiga bulan ke depan.

“Kami percaya bahwa publikasi di jurnal internasional akan meningkatkan kredibilitas penelitian ini dan membuka peluang kolaborasi dengan lembaga penelitian internasional,” ungkap Ir. Muhammad Ridho.

Peran Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Ekosistem Inovasi

Penelitian ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi bagi masyarakat dan industri di Sulawesi Tenggara. Unit Agenda Kampus, sebagai lembaga koordinator internal untuk kegiatan-kegiatan akademik dan penelitian, telah memainkan peran strategis dalam memfasilitasi kolaborasi antara berbagai stakeholder.

Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Arsyad, M.Pd., yang tidak dapat hadir langsung dalam konferensi pers karena ada kesibukan lain, memberikan dukungan melalui pernyataan tertulis. “Penelitian ini adalah wujud nyata dari misi Unismuh Kendari untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di daerah ini. Kami akan terus mendorong dan memberikan dukungan penuh kepada setiap inisiatif penelitian yang memiliki dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang positif,” bunyi pernyataannya.

Kehadiran penelitian semacam ini juga diharapkan dapat meningkatkan reputasi akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional dan internasional. Dalam konteks persaingan global, universitas-universitas di daerah terpencil sekalipun dapat menunjukkan kontribusi penelitian yang significant melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Penutup

Penelitian yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini adalah bukti nyata bahwa inovasi dapat lahir dari observasi terhadap masalah-masalah nyata yang dihadapi masyarakat dan industri. Dengan menggabungkan keahlian dari berbagai disiplin ilmu, sinergi antara dosen dan mahasiswa, serta dukungan institusi yang kuat, solusi-solusi inovatif untuk tantangan pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan.

Ke depannya, diperlukan komitmen berkelanjutan dari semua pihak — akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat — untuk memastikan bahwa inovasi ini tidak hanya tetap di level penelitian, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Riyad Pratama, mahasiswa pelopor ide penelitian ini, “Saya percaya bahwa generasi muda kita memiliki banyak ide-ide bagus untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, dukungan, dan platform untuk mengekspresikan kreativitas tersebut. Universitas Muhammadiyah Kendari telah memberikan platform tersebut kepada kami, dan saya berharap banyak mahasiswa lain juga dapat memanfaatkan kesempatan yang sama.”

Dengan semangat dan dedikasi seperti itulah, Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan solusi-solusi inovatif untuk pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.

Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait dan informasi resmi dari Unit Agenda Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 03 April 2026. Data dan kutipan dalam artikel ini merupakan representasi fiktif yang dirancang untuk menggambarkan suatu skenario penelitian kampus yang realistis dan informatif.

More From Author

Universitas Muhammadiyah Kendari Gelar Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026, Ratusan Mahasiswa Ikuti Kompetisi Bergengsi

Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Program Beasiswa Komprehensif 2026, Targetkan 500 Mahasiswa Penerima Manfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw